Boling
Kembali Nahkodai PBI, Anita Bidik Juara Umum Porprov 2026
BEKASI – Agenda Musyawarah Cabang (Muscab) Persatuan Boling Indonesia (PBI) Kota Bekasi sepakat menunjuk kembali Anita M. Nur sebagai Ketua Umum dalam yang digelar di Aula KONI Kota Bekasi, Jumat (17/4/2026) sore.
Dalam forum tersebut, Anita M. Nur terpilih secara aklamasi untuk melanjutkan kepemimpinannya. Terpilihnya kembali Anita membawa misi besar, yakni mempertahankan gelar juara umum serta mendorong ketersediaan sarana latihan mandiri bagi atlet boling di Kota Bekasi.
Dalam sambutannya, Anita memaparkan rekam jejak prestasi PBI Kota Bekasi sejak berdiri pada 2017. Meski tergolong sebagai cabang olahraga yang relatif baru, prestasi yang ditorehkan terbilang impresif.
“Pertama kali mengikuti Porprov 2018, kami meraih satu medali emas. Kemudian pada Porprov 2022, kami berhasil membawa pulang empat medali emas dan keluar sebagai juara umum cabang olahraga boling,” ujar Anita.
Menjelang gelaran Porprov Jawa Barat pada November 2026 mendatang, Anita menegaskan target untuk kembali mempertahankan posisi puncak.
“Saya berharap prestasi ini terus meningkat. Target kita pada November nanti adalah kembali menjadi juara umum,” tegasnya.
Ketua Harian KONI Kota Bekasi, Agus Irianto, memberikan apresiasi atas capaian PBI Kota Bekasi. Ia menyebut prestasi tersebut sebagai sebuah anomali positif di dunia olahraga.
“Kita tidak memiliki sarana (venue), tetapi prestasinya mampu melampaui daerah lain yang memiliki fasilitas lengkap. Ini sangat membanggakan dan turut mendukung target Kota Bekasi masuk tiga besar di Jawa Barat,” ujarnya.
Namun demikian, Agus mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru ada dalam enam bulan ke depan menjelang Porprov 2026. Ia juga berharap pemerintah daerah dapat mulai merealisasikan pembangunan venue boling di Kota Bekasi, guna mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.
Dukungan juga datang dari Wakil Ketua I Pengprov PBI Jawa Barat, Ali Akbar. Ia menilai Kota Bekasi memiliki peran strategis sebagai penyumbang atlet bagi kontingen Jawa Barat, termasuk dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Dua atlet asal Bekasi berkontribusi besar di PON, bahkan atlet putra berhasil menyumbangkan medali emas pertama bagi kontingen PBI Jawa Barat. Sudah sangat layak Pemerintah Kota Bekasi membangun venue sendiri agar atlet tidak perlu berlatih ke luar daerah,” ungkapnya.
Selain itu, Ali juga menjelaskan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) terkait masa jabatan ketua organisasi. Kini, masa jabatan di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota tidak lagi dibatasi selama yang bersangkutan dinilai berprestasi dan mampu mengabdi.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi solusi atas keterbatasan sumber daya manusia yang bersedia mengelola cabang olahraga boling.
“Kami mengapresiasi dukungan KONI Kota Bekasi. Semoga PBI Kota Bekasi semakin solid, kuat, dan terus berkembang,” pungkasnya.
