Connect with us

KONI Kota Bekasi

Wali Kota Bekasi Setuju Anggaran KONI Rp30 Miliar

WALI Kota Bekasi, Rahmat Effendi didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Bekasi Anim Imamuddin, mantan Sekda, Chandra, mantan Ketua KONI Kota Bekasi Edi Prihadi beserta anggota DPRD lainnya tengah bertatap muka dengan cabang olahraga pada acara Coffee Morning di halaman KONI Kota Bekasi.

Info KONI

Wali Kota Bekasi Setuju Anggaran KONI Rp30 Miliar

BEKASI—Setelah pada Rapat Kerja akhir 2020 lalu, Wali Kota Bekasi menjanjikan bonus Rp200 juta untuk setiap medali emas kepada atlet peraih medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2022 mendatang, kini orang nomor satu di Kota Bekasi ini setuju anggaran KONI menyentuh angka Rp30 miliar.

Hal itu disampaikan Rahmat Effendi pada Coffee Morning yang diadakan di halam Kantor KONI Kota Bekasi pada Kamis (8/4) pagi. “Saya setuju 200 persen anggaran KONI meningkat pada anggaran perubahan nanti,” katanya disambut tepuk tangan para pengurus cabang olahraga (cabor) yang hadir.

Pernyataan itu tentu saja menjadi motivasi bagi setidaknya 50 cabor yang hadir pada kesempatan itu. Hanya saja—tambah wali kota—peningkatan itu diharapkan berimbas pada prestasi atlet untuk mengharumkan nama Kota Bekasi.

Sejarah menurutnya harus diciptakan menyitir ucapan Bung Karno. Bila pada Porprov 2018 sebelumnya cabor mendapat tiga medali emas, maka pada Porprov 2022 harus memperoleh lebih dari tiga. “Kalau tidak, namanya jalan di tempat. Jadi, cabor yang belum dapat medali berjuang untuk dapat, bagi yang yang sudah dapat, harus bertambah,” selorohnya.

Maka, wajar bila anggaran KONI ditambah guna menggapai target tiga besar pada Porprov 2022 nanti. Bahkan, ia yakin, KONI Kota Bekasi bisa menjadi juara umum. “Bua tapa ada Kadispora di sini, kalua anggaran gak bisa tambah,” disambut tepuk tangan meriah dari peserta.

Pepen—sapaannya—mengaku seringkali meminta kepada kepala dinas agar menjadi fasilitator kepada masyarakat dan alat kelengkapan dewan sehingga apa yang direncanakan bisa terlihat di masyarakat.

Bila perlu, kepala dinas berantem dengan Bapenda dan TAPD bahkan berdebat dengan wali kota untuk mempertahankan disertasinya. Apalagi, wali kota sudah ngomong seperti ini. itu baru namanya kepala dinas hebat,” seraya mengacungkan jempolnya.

Sebelumnya, pada sambutannya, Ketua KONI Kota Bekasi, Abdul Rosyad Irwan S menyampaikan target tiga besar pada Porprov 2022 mendatang. Hanya saja, pihaknya tidak semata-mata mengejar prestasi saja tetapi bagaimana bisa menggerakkan olahraga di tengah masyarakat.

Dengan visi misinya menuju Kota Bekasi Berprestasi Menuju Kota Industri Olahara, KONI menurut bang Yan—sapaannya—yakin, olahraga bisa berkontribusi membantu pemerintah menambah pendapatan asli daerah (PAD). “Bila industri olahraga sudah jalan, otomatis banyak dari daerah lain datang ke Kota Bekasi sehingga perekonomian bergerak,” jelasnya.

Menariknya, di tengah pergeseran selama masa pandemi, ayah tiga orang anak ini meyakini hanya olahraga yang tak berubah. Sebaliknya, olahraga makin digandrungi. “Nilai plusnya, imun akan meningkat,” katanya.

Khusus soal Porprov 2022, Yan menerangkan KONI memiliki tantangan luar biasa menyusul diberlakukannya lebih dari satu tuan rumah. Sebab itu, perlunya penguatan cabor agar semangat tidak pudar.

“Peluang tetap ada menginggat semua daerah memiliki tantangan sama. Belum, para ketua cabor sekarang bukan kaleng-kaleng kalua gak dapat satu atau dua emas, ya, lewat saja,” sembari tersenyum melihat para wakil rakyat yang kehadirannya sebagai ketua cabor.

Situs ini merupakan situs resmi KONI Kota Bekasi. Ikuti terus informasi dari kami untuk mengetahui perkembangan terkini dunia olahraga di Kota Bekasi.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Info KONI

To Top